Biru langit II

Waktu itu setelah masuk kelas VII alhamdulillah aku naik kelas dengan nilai yang lumayan bagus aku begitu minder jika memiliki nilai jelek karena semua kakak ku selalumendapat peringkat sewaktu mereka sekolah, tp aku cukup piuas setidaknya ada peningkatan.

Aku lebih sering terdiam tak ada yang begitu istimewa serasa biasa dan tak ada yang menarik di kelas baru , cuma ruangan ku berseblahan dengan ruang guru jadi harus lebih sering diam karena takut di tegur guru-guru..

tahun ini akan di lalui dengan lebih banyak bergaul dengan teman-teman putri, karena dari dalam satu kelas ini haya ada 6 orang cowok dan juga para pendiam sebenarnya aku tidak merasa betah dengan terdiam tapi mau bagaimana lagi, waktu pertama dikelas aku akrab dengan yulhardi , dia adalah orang yang sangat gemar dalam proses pembelajaran yang selalu mendapat peringkat atas, 

beberapa hari setelah aktif pembelajran aku baru ingat bahwa aku sekelasdengan ulfa, yang dulu tidak mau meminjamkan sebuah kamus, kadang aku juga masih merasa sebel, tapi aku jadi sering untuk melihat kearahnya dia yang selalu membawa seambrak buku dan rutin membawa payung, sedikit bicara tidak bisa mengarang jika pelajaran bahasa indonesia, akan tetapi kita tidak pernah saling bertegur sapa hanya kadang saling pandang dan juga langsung memalingkaan muka.

lambat laun, waktu itu ada sedikit masalah antara temanku yulhardi dengan para sahabat sahabtnya yang aku juga kurang mengerti tentang itu hanya saja aku lebih akrab dengan teman nya yang kebetulan kebanyakan cewek, walau kadang hanya saling mejelekan.

hari itu persahabatan ku di mulai , danisa, wewen,rizki bayu ranidan  rizka, sejak itu aku lebih sering menghabiskan waktu luang bersama mereka, mereka adalah orang yang cukup pandai mungkin diantara mereka hanya aku yang sangat sulit untuk memahami materi pembelajaran.

selalu makan bareng pulang bareng sering main kerumah mereka setelah pulang sekolah, dulu aku sering mengantar kedua sahabat ku pulang karena hanya aku yang hampir selalu bawa sepeda motor sendiri walau masih smp. kelas yang dulu nya serasa biasa saja lambat laun berubah berubah menjadi sangat menyenangkan bukan karena pembelajaran akan tetapi karena teman ku yang begitu sangat menghibur.

istirahat siang tiba-tiba wewen memanggil kami semua kebetulan dia membawa beberapa cemilan wewen, baru saja kembali dari jalan-jalan di kota  bukit tinggi waktu itu,waktu serasa sangat singkat sedang asik bercerita tiba-tiba sepertinya ada yang salah tiba-tiba mereka mengejek ku kalau aku menyukai ulfa , aku langsung saja membantahnya. mungkin apa aku terlalu sering melihat kerarahnya ? sahut ku.

aku selalu mengelak terkadang aku berfikir kenapa mereka bisa tau, aku juga tidak begitu mengerti, bahkan untuk berbicara dengan ulfa pun belum pernah untuk mencobanya.semua terasa begitu rumit aku merasa kaku padahal dia juga sama seperti teman yang lain apa karena dulu dia begitu pelit untuk meminjamkan kamus bahasa inggris.

keesokan harinya terlihat teman ku rizki telah berada di kelas, hey riz tumben dateng pagi ucap kua, haha dengan sedikit ketawa hidup harus berubah sahut nya.rizki juga biasanya seperti aku sering terlambat.  dan tiba-tiba ulfa datang duduk dedepan ku yang sedang bercerita panjang lebar yang aku sendiri tidak mengerti membahas tentang apa, tiba-tiba rizki bertanya kepada ulfa un , panggilnya . kamu tau buah yang paling aku suka di kinali ucap rizki (kinali desa ulfa).aku gatau sahut nya, emang pohon apa jawab ulfa lagi. aku cuma melihat ke arah mereka yang sedang asik bercerita.

zaf, kamu tau gak ucap rizki, aku gatau sahut ku. masa kalian ga tau, nama pohonnya nirsanuy ucap rizki , aku dan begitu juga ulfa sangat tidak pernah mendengar nama pohon seperti itu. pohon nirsanuy itu hidup di pinggir kolam ucap rizki. dan akhirnya dia mengambil sobekan kertas dan menulis nirsanuy. sambil memeberikan ke ulfa . nah coba baca dari belakang YUNASRIN. aku tertawa lepas saat itu itu adalah nama ayah ulfa, tapi dia tidak begitu marah tidak seperti dugaan ku. semenjak itu aku sedikit berani untuk menyapa nya.

Aku sudah tidak mempedulikan lagi tentang kamus, semenjak itu aku selalu menjadi bahan bullyan teman dan sahabat sahabt ku, cie ice ulfa ucap nya. aku lebih banyak diam kalau paling hanya memberi sapaan bahkan cuma senyum terkadang.

ke esokan harinya aku mengalami sedikit musibah, aku terjatuh dari sepeda motor waktu mau nganter sesuatu ke kakak ku yang di sma yg kebetulan jaraknya tidak begitu jauh. yah aku tidak apa-apa cuma motor agak sedikit lecet dan orang yang kena senggol haha.

setelah ketemu kakak ku aku buru-buru ke sekolah aku sedikit telat, baru sampai ke belakang kelas tiba-tiba aku melihat ulfa dia berkata kamu gak apa-apa zaf sahutnya. aku kaget kok dia bisa tahu. tadi pak par cerita katanya kamu jatuh dari motor ucap nya. aku edikit senang atas ucapannya ini mungkin pertama kali ulfa berbicara terhadap ku. aku jadi sedikit berani untuk mengobrol dengannya.





















Comments

Popular posts from this blog

Negeri Seribu Goa